PENAJAM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Penajam dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 digelar di Aula Lantai I Kantor Bupati Penajam Paser Utara, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten yang hadir mewakili Bupati Penajam Paser Utara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa proses Musrenbang dan penyusunan RKPD saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama akibat perubahan kebijakan penganggaran dan penurunan kapasitas fiskal daerah.
“Proses Musrenbang dan penyusunan RKPD saat ini tidak lagi berada dalam kondisi yang ideal seperti sebelumnya. Kita menghadapi penurunan anggaran yang cukup signifikan. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, tetapi juga secara nasional. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menetapkan skala prioritas yang tepat dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan konektivitas di daerah pada prinsipnya telah banyak terselesaikan. Ke depan, menurutnya, arah pembangunan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan dasar.
“Pembangunan konektivitas sebagian besar sudah kita tuntaskan. Ke depan, kita perlu memfokuskan pembangunan pada sektor pelayanan dasar, khususnya sanitasi dan penyediaan air bersih, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Penajam, Dahlan, S.IP, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh hanya menjadi kegiatan rutinitas tahunan semata. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan forum tersebut sebagai wadah strategis dalam mengawal aspirasi dan usulan masyarakat.
“Musrenbang ini jangan hanya menjadi agenda tahunan yang bersifat seremonial. Forum ini harus kita jadikan ruang untuk mengawal aspirasi masyarakat, terutama persoalan-persoalan mendasar dan prinsipil yang mereka hadapi sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh usulan yang disampaikan harus benar-benar berbasis pada kondisi riil di lapangan dan disusun dengan mempertimbangkan urgensi serta dampaknya bagi masyarakat luas.
“Kita berharap perencanaan yang kita rumuskan hari ini benar-benar menjawab kondisi faktual di lapangan. Setiap usulan harus memiliki dasar yang jelas, data yang akurat, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.
Musrenbang tersebut diikuti oleh para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Penajam, Kepala Seksi Pemberdayaan, Kepala KUA, Danramil, Kapolsek, Kepala UPT Puskesmas, PKK Kecamatan Penajam, Forum Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), perwakilan PDAM dan PLN, Pendamping Desa, serta para Ketua LPM. Turut hadir pula beberapa kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabuaten Penajam Paser Utara.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Bapelitbang, kemudian diteruskan dengan sesi diskusi guna menampung masukan dan usulan dari seluruh peserta yang hadir.(Asr)