PENAJAM — Camat Penajam, Dahlan, S.IP, bersama warga RT 6, 7, dan 8 Kelurahan Nenang melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan sungai pada Minggu (7/12/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai respon cepat setelah adanya laporan air rob yang meluap dan memasuki sebagian wilayah permukiman pada Sabtu malam.
Gotong royong dimulai sejak pagi hari dengan melibatkan puluhan warga, perangkat kelurahan, Babinsa serta para ketua RT setempat yang secara sukarela turun ke bantaran sungai. Camat Penajam tampak turun langsung mengangkat sampah, memotong ranting, hingga memastikan aliran air sungai kembali lancar. Kehadiran beliau yang terlibat langsung dalam pekerjaan lapangan mendapat apresiasi dari warga yang juga berpartisipasi secara antusias.
Tidak hanya pembersihan, kegiatan gotong royong juga dilanjutkan dengan pembuatan tanggul darurat di titik-titik rawan. Tanggul tersebut dibuat sebagai langkah cepat untuk meminimalisir risiko banjir rob susulan yang berpotensi terjadi akibat pasang air laut.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Penajam menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya daerah-daerah rawan banjir. “Kegiatan hari ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kebersamaan warga sangat tinggi. Penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif seluruh masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah kecamatan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk upaya penanganan jangka panjang. “Kami akan terus berupaya memastikan aliran sungai tetap lancar. Selain itu, kami meminta warga untuk tetap waspada terhadap potensi air pasang, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu,” ucap Dahlan.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Penanganan banjir bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kebiasaan dan kepedulian kita semua. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan,” tambahnya.
Warga Kelurahan Nenang menyambut baik kehadiran dan dukungan pemerintah kecamatan. Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat meminimalkan potensi banjir susulan dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama daerah aliran sungai.(Asr)