SAMARINDA – Pemerintah Kecamatan Penajam menunjukkan komitmen dalam mendukung program penanggulangan stunting dengan mengikuti Seminar Nasional Promotif Preventif yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Rabu (20/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Auditorium Gedung E Kampus UMKT Samarinda ini mengangkat tema “Strategi Promotif dan Preventif dalam Penurunan Stunting: Pendekatan Berbasis Komunitas dan Pengabdian Masyarakat di Kalimantan Timur.”
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran UMKT, Dr. dr. H. Sofyan Hasdam, Sp.N, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi semua pihak, baik pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, maupun masyarakat dalam upaya penanggulangan stunting yang masih menjadi isu strategis nasional.
Seminar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Wali Kota Bontang, perwakilan Dharma Wanita Persatuan Kota Bontang, TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Paser, Kepala Bapelitbang Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), jajaran Kecamatan Penajam, TP PKK Kecamatan Penajam, para lurah se-Kecamatan Penajam, serta mahasiswa Fakultas Kedokteran UMKT.
Dalam sesi materi, para narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai strategi promotif dan preventif untuk menekan angka stunting. Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, SKM, MKM, menyampaikan paparan mengenai Implementasi Program Promotif dan Preventif Berbasis Komunitas dalam Penanggulangan Stunting, menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam menjaga pola makan sehat, sanitasi lingkungan, serta pemahaman gizi sejak dini.
Selanjutnya, Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, MSc, Sp.GK, membahas Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pemerintah Daerah Melaksanakan Program Preventif dan Promotif Stunting. Beliau menekankan bahwa universitas harus menjadi motor riset, inovasi, serta pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
Adapun Dr. Ikhsan Ali, Sp.A, memaparkan materi bertajuk Peran Strategis Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stunting pada Anak, yang menyoroti pentingnya tenaga medis di lini pertama memberikan edukasi gizi, pelayanan kesehatan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Syarifah Zahrah, S,Sos, yang hadir bersama jajaran dan TP PKK Kecamatan Penajam, menyampaikan bahwa partisipasi dalam seminar ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pemerintah kecamatan dalam mendukung program nasional penurunan stunting.
“Melalui kegiatan ini, kita mendapatkan wawasan dan strategi baru yang dapat diterapkan di tingkat kecamatan, khususnya dalam memperkuat pendekatan berbasis komunitas. Dengan kolaborasi semua pihak, kita optimis target penurunan stunting di wilayah Penajam dapat tercapai,” ujar Syarifah.
Seminar ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta dapat bertukar pengalaman dan strategi dalam menghadapi tantangan penanggulangan stunting di daerah masing-masing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi baru dalam menekan angka stunting di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara, sehingga kualitas generasi mendatang dapat terus meningkat.(Asr)