PENAJAM — Dalam rangka mendukung pengadaan, pengelolaan, dan penyaluran cadangan pangan di wilayah rawan pangan, Pemerintah Kecamatan Penajam mendampingi Dinas Ketahanan Pangan Kab. PPU melaksanakan kegiatan Monitoring dan Investigasi Balita di empat kelurahan rawan pangan, yakni Kelurahan Sotek, Jenebora, Gersik, dan Pantai Lango.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap balita dengan potensi masalah gizi serta identifikasi keluarga yang tergolong rentan pangan. Tim yang turun ke lapangan terdiri dari lintas sektor, meliputi Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, ahli gizi dari UPT Puskesmas Sotek, perwakilan Kecamatan Penajam, perangkat kelurahan, serta kader Posyandu.
Pendekatan dilakukan melalui kunjungan rumah warga, guna memastikan penilaian kondisi balita dilakukan secara langsung dan menyeluruh.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda pada Dinas Ketahanan Pangan Kab. PPU, Sri Harjanto, SP, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama lintas sektor untuk menjaga stabilitas pangan di tingkat keluarga.
“Tentunya kami berharap kegiatan ini bisa membantu keluarga dan juga balita itu sendiri. Dan tentunya dari Ketahanan Pangan, Dinas Sosial selalu memberikan yang terbaik untuk warga di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Sri Harjanto di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, Lurah Pantai Lango, Muhammad Risal Syauqie, S.STP, yang wilayahnya turut menjadi lokasi sasaran, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi terhadap kerja nyata tim di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan dan seluruh tim yang turun langsung ke lapangan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Harapan ke depan, kegiatan ini bisa dilanjutkan dengan pemberian bantuan dan edukasi lanjutan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya saat ditemui.
Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan intervensi pencegahan krisis pangan dan gizi dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Penajam.(Asr)